Yang pengguanaannya melebihi 2 miliyar orang
Melebihi pengikut setiap agama,
yang membuat kami selalu menghitung jumlah view dipostingan foto atau video,
Lalu loncat kegirangam ketila melihat bertambahnya jumlah like.
Buat kami, Melihat like seperti menghisap rokok model baru
Djarum hanya menginginkan paru - paru kita, tapi instagram menginginkan jiwa kita.
Philip Morris hanya menginginkan jantung kita,
Tetapi facebook menginginkan kehidupan kita.
Penggunaan rokok dan alkohol yang menyebabkan ketagihan
Dibatasi penggunaannya dan terdapat batasan usia yaitu 21 tahun ke atas.
Penggunaan barang tersebut dibatasi karna dapat merangsang hormon kortisol yang dapat membuat seseorang yamg menggunakan akan cemas dan was - was, dan berdampak buruk, anak kecil dan usia di bawah umur.
Lalu bagaimana dengan sosial media?
Adakah batasan usia dalam penggunaannya?
Padahal pecandu sosial media mengalami efek yang sama.
Sosial media, dia yang membuat kita mengecek smartphone setiap 15 menit, padahal tidak ada update atau notification apapun, ditambah lagi kita semakin stres ketika kita melihat baterai semakin low bat.
Robert sapolsky, peneliti dari Stanford menyampaikan bahwa kita akan memproduksi Dopamine 400% lebih banyak ketika kita cemas, melihat baterai yang low bat dan ketagihan dengan sosial media.Itu sama tingginya ketika seseorang kecanduan kokain, Ironisnya, Steve Jobs, penemu apple Iphone dan Bill Gates, penemu microsoft.
Dengan gadget yang kita genggam membuat kita menjadi seorang yang tidal peka dengan perubahan informasi dan menjadi penyendiri, kenapa??
Sosial media yang kita gunakan itu tidak nyata,
Postingan yang di upload adalah momen terbaik yang sudah di edit berkali-kali.
Ekspresi kita adalah hasil karya filter atau photoshop agar kita terlihat berada, cantil, indah dan bahagia.
Lalu ketika kita melihat postingan orang lain itu adalah 1 momen dari 99% dari kehidupan dia sebenarnya.99% kehidupannya itu di belakang kamera yang kita tidak tau apa yang sbenarnya terjadi dengan pada diri mereka, bisa jadi kita melihat ekspresi tersenyum, sumringan, bahagia, sebenarnya hatinya senyum sedih dan kesepian.
Sahabatku,
Berhentilah membandingkan kehidupan kita dengan orang lain, itu hanya membuat kita iri dan hilang rasa percaya diri.
Terus melihat istagram, facebook, watshapp hanya membuat kita semakin kecil dan depresi.
Sahabatku,
Mulailah berubah dengan mengontrol diri kita membatasi penggunaan sosial media.
Mulailah mendisiplinkan diri kita dengan membatasi penggunaan instagram facebook dan lainnya.
Gunakan instagram, facebook, twitter, whatsapp secara bijak, Jangan biarkan mereka mengontrolmu,Tapi kamu yang harus mengontrol mereka !!!



