Begitu IndahNya Alam Nusantara

Dunia menjadi hidup
Ketika sinar pertama mentari
menembus pohon pinus tinggi
dan murah hati tersenyum
Pada semak dan tumbuhan

Pohon pinus yang tinggi
Bergoyang di
angin dingin pagi
Mencoba untuk menghapus
Jaring laba-laba di langit
Woven semalam oleh
Sisa-sisa kehidupan malam yang tercemar

Mentari sore
Memproklamirkan kekuatannya
Saat menari di
atas gelas putih
air Cascading
Menyebarkan koin berwarna pelangi
Saat melewati
Prisma tetesan air

Mentari sore
Ubah pasir gurun menjadi
emas kuning yang cerah
Dan lukislah dengan gembira Langit
merah tua yang indah
Saat tenggelam ke dalam
romansa dengan laut
Memperingatkan kelahiran
Bulan perak
Dan bintang-bintang yang berkilauan
Di langit yang
gelap Langit yang gelap ...
Oh! Begitu akrab
Dan sangat nyata
Membuatku terbangun
Dari mimpi kanvasku ...
Ya, mimpiku tentang cahaya,
Ngomong-ngomong aku lupa mengatakan
aku buta dan tanpa penglihatan ...
Ah! Tapi bukankah ini cara
kita memandang Tuhan dulu dan sekarang!
Seperti orang buta. Aliran cahaya
Load comments